minum kopi saat puasa

Waktu Terbaik Minum Kopi Saat Puasa, Berbuka atau Sahur?

24 Februari 2025 | Allianz Indonesia
Ngopi sudah menjadi kebiasaan, bahkan gaya hidup kebanyakan orang. Namun, melihat sifat diuretik dan kandungan kafeinnya yang bisa memicu dehidrasi dan asam lambung, maka penting untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mengonsumsinya selama ibadah puasa Ramadan.

Menikmati secangkir kopi saat ini bisa dikatakan sebagai ritual harian bagi banyak orang. Namun, saat menjalankan ibadah puasa, kamu perlu memperhatikan waktu terbaik minum kopi agar tidak mengganggu kesehatan dan kelancaran puasa. Memilih waktu yang tepat untuk menikmati kopi dapat membantu menjaga energi dan fokus selama berpuasa tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan.

Sebaliknya, konsumsi kopi yang tidak tepat waktu dapat menyebabkan peningkatan asam lambung atau dehidrasi, yang tentunya ingin kamu hindari selama puasa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik minum kopi saat puasa agar tetap dapat menikmati manfaatnya tanpa risiko gangguan kesehatan.

Para ahli gizi menyarankan bahwa waktu terbaik untuk minum kopi selama bulan Ramadan adalah satu hingga dua jam setelah berbuka puasa.

Hal ini karena pada saat itu, perut sudah terisi makanan, sehingga risiko peningkatan asam lambung akibat konsumsi kopi dapat diminimalisir.

Mengonsumsi kopi tepat saat berbuka puasa atau saat perut kosong tidak dianjurkan, karena dapat memicu produksi asam lambung berlebihan dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Selain itu, minum kopi saat sahur juga sebaiknya dihindari, karena sifat diuretik pada kopi dapat menyebabkan dehidrasi selama berpuasa.

Jika kamu minum kopi di waktu yang tidak tepat selama puasa, ada beberapa efek samping yang bisa terjadi, antara lain:

  • Peningkatan asam lambung. Minum kopi saat perut kosong dapat merangsang produksi asam lambung, sehingga bisa menyebabkan perut terasa tidak nyaman dan bahkan bisa memicu gastritis.
  • Dehidrasi. Kopi termasuk minuman yang memiliki sifat diuretik, yang artinya bisa meningkatkan keinginan untuk buang air kecil. Jika diminum saat sahur, tubuhmu bisa kehilangan banyak cairan selama puasa.
  • Gangguan tidur. Minum kopi terlalu malam dapat memicu gangguan tidur. Padahal tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga energi selama puasa.
  • Detak jantung meningkat. Kafein dalam kopi dapat mempercepat detak jantung, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau saat tubuh dalam kondisi lemah karena puasa.

Meski ahli gizi menyebutkan bahwa waktu terbaik minum kopi adalah satu hingga dua jam setelah berbuka, bukan tidak mungkin hal ini tetap memicu efek samping yang cukup mengganggu bagi sebagian orang.

Agar kamu tetap bisa menikmati kopi tanpa mengganggu kesehatan selama puasa, ikuti beberapa tips berikut ini:

Meski aman, sebaiknya kamu tidak mengonsumsi kopi terlalu banyak. Batasi asupannya maksimal satu cangkir saja setiap hari selama puasa, sehingga tubuh tidak mengalami efek samping seperti gangguan pencernaan, dehidrasi, atau sulit tidur.

Tak jarang orang tetap mengonsumsi kopi saat sahur, terutama karena tidak bisa lagi kembali tidur dan harus pergi bekerja. Tujuannya tentu saja supaya tidak mengantuk. Akan tetapi, hal ini sebenarnya tidak dianjurkan.

Minum kopi saat sahur dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat akibat efek diuretik dari kafein. Sebagai gantinya, pilih minuman yang lebih menyehatkan seperti air putih atau minuman isotonik.

Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, pastikan kamu mengonsumsi cukup air putih saat waktu berbuka dan sahur. Dengan demikian, efek diuretik dari kopi tidak akan terlalu berpengaruh pada tubuhmu.
Apabila kamu memiliki masalah pencernaan, pilih kopi yang memiliki kadar kafein lebih rendah, seperti kopi cold brew atau kopi dengan metode seduh yang lebih ringan. Hindari kopi yang terlalu pekat atau terlalu asam karena dapat memicu asam lambung, gastritis, atau GERD. 

Kalau kamu merasa kopi bukan pilihan terbaik selama puasa, terdapat beberapa alternatif minuman yang bisa kamu coba sebagai penggantinya:

  • Teh Hijau. Teh mengandung kafein lebih rendah dibanding kopi, tetapi tetap bisa meningkatkan fokus dan energi.
  • Air Infused Lemon. Memberikan efek menyegarkan tanpa risiko dehidrasi atau peningkatan asam lambung.
  • Jus Buah Tanpa Gula. Jus buah dapat memberikan suntikan energi alami dari buah tanpa efek samping yang berlebihan.
Jadi, waktu terbaik minum kopi menurut ahli adalah satu sampai dua jam setelah berbuka. Hal ini bertujuan untuk memastikan perut tidak kosong, sehingga masalah pencernaan bisa dihindari. Sebisa mungkin, hindari asupan kopi saat sahur supaya kamu tidak dehidrasi, mengalami gangguan tidur, dan masalah asam lambung. 
Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Feb 04, 2025

Feb 06, 2025