Jepang saat ini tengah menghadapi peningkatan kasus pneumonia yang signifikan, terutama yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae. Berdasarkan data dari Institut Penyakit Menular Nasional Jepang, sejak September 2024 hingga Januari 2025, tercatat sekitar 9,5 juta kasus influenza, dengan hampir 6.000 di antaranya merupakan pneumonia mikoplasma.
Angka ini menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai tahun 1999, menunjukkan lonjakan yang tentunya sangat mengkhawatirkan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi wisatawan untuk lebih hati-hati dalam menjaga kesehatan selama perjalanan.
Dengan situasi yang berkembang, beberapa negara seperti Hong Kong dan Thailand menyarankan warganya untuk menunda perjalanan ke Jepang sampai situasi membaik. Lalu, apa yang bisa kamu lakukan untuk tetap aman jika berencana berkunjung ke Jepang?
Gejala dan Penyebaran Pneumonia Mikoplasma
Pneumonia mikoplasma, atau disebut sebagai “walking pneumonia”, memiliki gejala yang awalnya mirip dengan flu biasa, seperti demam ringan, sakit tenggorokan, batuk dan kelelahan. Namun, perkembangan penyakit ini cenderung lebih lambat dibandingkan dengan jenis pneumonia bakteri lainnya.
Hal ini menyebabkan banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi hingga gejalanya semakin parah. Dalam beberapa kasus, infeksi ini dapat berkembang menjadi pneumonia yang lebih serius dengan gejala seperti demam tinggi, sesak napas, dan nyeri dada.
Penyakit ini menyebar melalui droplet dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi, serta melalui kontak langsung dengan penderita atau permukaan yang terkontaminasi. Anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan, terutama karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa.
Di Tokyo dan beberapa wilayah lainnya, tingkat infeksi masalah kesehatan ini meningkat pesat, menyebabkan terjadinya lonjakan pasien di rumah sakit. Bahkan, tak sedikit rumah sakit yang harus membatasi penerimaan pasien hanya untuk kasus yang tergolong berat.
Situasi di Jepang saat Ini
Wabah pneumonia telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan di Jepang, terutama pada sektor kesehatan dan pariwisata. Pemerintah setempat mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Salah satu langkah yang disarankan adalah penggunaan masker, terutama di tempat umum seperti transportasi publik, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata. Selain itu, fasilitas kesehatan atau rumah sakit di Jepang kini semakin kewalahan dengan jumlah pasien yang terus meningkat. Beberapa fasilitas medis mulai mengalami kekurangan tempat tidur.
Hal ini memaksa perawatan bagi pasien dengan gejala ringan harus dilakukan di rumah. Para ahli kesehatan juga menekankan pentingnya vaksinasi flu sebagai salah satu langkah perlindungan ekstra bagi mereka yang berencana bepergian ke Jepang dalam waktu dekat.
Rekomendasi bagi Wisatawan
1. Vaksinasi
2. Gunakan Masker
3. Cuci Tangan Pakai Sabun
4. Hindari Kerumunan
5. Pantau Kesehatan dan Segera Cari Bantuan Medis Jika Diperlukan
Jika kamu mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk terus-menerus, atau sesak napas selama di Jepang, jangan abaikan.
Segera dapatkan bantuan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Jepang memang memiliki sistem kesehatan yang baik, tetapi penting untuk segera mendapatkan perawatan sebelum kondisi memburuk.
6. Gunakan Asuransi Perjalanan
Pentingnya Memiliki Asuransi Perjalanan
Berlibur seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan, tetapi situasi seperti wabah pneumonia yang saat ini terjadi di Jepang bisa membawa risiko yang tidak terduga. Di sinilah pentingnya memiliki asuransi perjalanan yang dapat memberikan perlindungan finansial jika terjadi kondisi darurat medis.
Allianz TravelPro adalah salah satu pilihan terbaik untuk perlindungan perjalananmu. Dengan cakupan yang luas, asuransi ini menawarkan berbagai manfaat, termasuk:
- Biaya medis dan perawatan darurat. Jika kamu mengalami sakit atau cedera selama di Jepang, Allianz TravelPro menanggung biaya pengobatan, konsultasi dokter, hingga rawat inap di rumah sakit.
- Evakuasi medis. Apabila kondisimu memerlukan perawatan lebih lanjut dan tidak ada fasilitas yang memadai untuk menunjang pengobatan kamu di luar negeri, Allianz TravelPro dapat menanggung biaya evakuasi medis untuk kamu mendapatkan fasilitas dan pengobatan sesuai kebutuhanmu.
- Pembatalan dan perubahan perjalanan sebelum berangkat dari tempat tinggal di Indonesia. Memberikan penggantian atas kerugian finansial jika kamu tidak mendapatkan pengembalian dana dari penyedia perjalanan untuk tiket, wisata, dan akomodasi yang telah dibeli, apabila perjalanan batal karena kondisi yang ditanggung oleh polis, seperti bencana alam di tempat tujuan, atau jika kamu mengalami sakit serius atau cedera dalam 30 hari sebelum tanggal efektif polis perjalanan.
- Perlindungan terhadap ketidaknyamanan perjalanan. Mulai dari gangguan perjalanan, kepulangan lebih awal, penundaan penerbangan hingga kehilangan bagasi, bahkan kehilangan dan kerusakan barang pribadi, dokumen perjalanan, pencurian kartu kredit yang berakibat penyalahgunaan kartu kredit, dan pencurian uang pribadi. Allianz TravelPro siap membantu mengatasi berbagai kendala selama perjalanan.