Nyeri Dada: Penyakit Jantung atau GERD?
Kenali Bedanya!

5 Juli 2024 | Allianz Indonesia
Jangan abaikan nyeri dada! Gejala ini bisa diakibatkan oleh serangan jantung ataupun GERD, lho. Agar tidak salah dalam mengambil tindakan, yuk pelajari perbedaannya.
Pasti kamu sering khawatir kalau dada terasa nyeri, kan? Biasanya, hal yang pertama kali terpikir pasti serangan jantung, namun tahukah kamu bahwa nyeri dada juga bisa disebabkan oleh Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)? GERD merupakan penyakit asam lambung yang juga bikin nyeri dada, lho. Agar tak salah salah langkah, yuk kenali bedanya nyeri dada karena GERD dan serangan jantung! 
Dilansir dari Klikdokter, berikut adalah informasi yang dapat membantu kamu memahami perbedaan nyeri dada akibat penyakit jantung dan GERD.
 
Nyeri Dada pada Penyakit Jantung
Serangan jantung adalah kondisi yang paling umum terkait dengan nyeri dada akibat penyakit jantung. Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot jantung tersumbat, menyebabkan penurunan asupan oksigen dan energi ke jantung. Gejala khas serangan jantung meliputi nyeri dada yang terasa seperti ditekan, diremas, atau terasa berat pada sisi kiri dada. Nyeri ini bisa menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung, dan biasanya disertai dengan keringat dingin, sesak napas, mual, muntah, lemas, dan pusing.
 
Tidak semua orang yang mengalami serangan jantung akan memiliki gejala yang sama. Misalnya, pasien yang lebih tua atau yang memiliki riwayat diabetes mungkin mengalami gejala yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan nyeri dada yang terjadi secara mendadak dan tanpa sebab yang jelas. 
 
Nyeri Dada pada GERD
GERD adalah gangguan pada saluran pencernaan yang memengaruhi esofagus dan lambung, menyebabkan asam lambung mengalami refluks dan menimbulkan nyeri dada. Nyeri dada akibat GERD seringkali digambarkan sebagai sensasi panas atau terbakar karena iritasi yang disebabkan oleh asam lambung. Gejala ini biasanya didahului dengan keluhan nyeri ulu hati dan bisa disertai dengan rasa asam atau pahit di mulut. Nyeri dada pada GERD umumnya akan lebih buruk setelah makan atau ketika berbaring, dan bisa diatasi dengan obat asam lambung.
 
Dilansir dari Primaya Hospital, berikut adalah cara membedakan antara gejala serangan jantung dan GERD:
 
1. Rasa Nyeri yang Ditimbulkan
Serangan jantung menimbulkan nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau diremas. Rasa nyeri ini bahkan bisa menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung. Sedangkan GERD menyebabkan nyeri dada seperti sensasi terbakar atau panas, biasanya di tengah dada atau ulu hati.
 
2. Gejala Penyerta
Serangan jantung biasanya disertai dengan keringat dingin, sesak napas, mual, muntah, dan lemas. Sementara itu, GERD sering disertai dengan batuk, suara serak, napas bau, mual, muntah, bersendawa, dan sulit menelan.
 
3. Waktu Kemunculan
Nyeri dada akibat serangan jantung bisa terjadi kapan saja dan tidak terkait dengan makanan. Berbeda dengan GERD, nyeri dada biasanya muncul setelah makan atau ketika berbaring.
 
4. Riwayat Penyakit
Serangan jantung lebih sering terjadi pada individu dengan riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau obesitas. Sedangkan GERD lebih sering terjadi pada individu dengan riwayat gangguan pencernaan.
 
 
Bersumber dari Siloam Hospital, diagnosis untuk mengetahui penyebab nyeri dada bisa dilakukan melalui beberapa metode:
 
Penyakit Jantung
  • Elektrokardiogram (EKG)
  • Ekokardiografi
  • Rontgen dada
  • Treadmill test
  • Pemeriksaan enzim jantung
 
GERD
  • Pemeriksaan fisik
  • Endoskopi
  • USG abdomen
Penanganan untuk kedua kondisi ini juga berbeda. Nyeri dada akibat serangan jantung membutuhkan penanganan medis segera karena bisa mengancam nyawa. Sementara itu, nyeri dada akibat GERD bisa diatasi dengan obat antasida, penghambat pompa proton, dan H2 blocker, serta perubahan gaya hidup seperti mengonsumsi makanan sehat, menghindari makanan pemicu, dan tidak berbaring setelah makan. 
Meski keluhan nyeri dada pada penyakit jantung dan GERD memiliki karakteristiknya masing-masing. Namun, tak jarang keduanya sangat sulit dibedakan, khususnya pada lansia dan penderita diabetes. Untuk itu, jika kamu mengalami nyeri dada yang mendadak, berat, dan tanpa sebab yang jelas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
 
 
Dengan memahami perbedaan antara gejala serangan jantung dan GERD, kamu bisa lebih waspada. Jangan pernah mengabaikan nyeri dada yang kamu rasakan, ya. 
Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Nov 08, 2023

Okt 26, 2023