Duh, Diabetes Menyerang Gen Z!
Simak Pencegahannya di Sini

17 Juni 2024 | Allianz Indonesia
Percaya atau tidak, saat ini diabetes sudah tidak lagi melihat usia “korbannya”. Banyak sekali anak-anak usia muda yang kini terkena ibu dari semua penyakit ini. Lalu bagaimana cara mencegahnya? Simak caranya di sini. 
Diabetes bukan hanya masalah orang tua, anak muda, termasuk Gen Z pun kini semakin banyak yang mengalaminya. Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) secara global terjadi peningkatan pasien diabetes di usia muda selama 2021 dan 2022. Serupa dengan IDF, dilansir dari Siloam Hospitals juga menyampaikan bahwa angka diabetes di Indonesia terus meningkat, termasuk di kalangan anak muda. Fenomena ini perlu perhatian khusus karena diabetes dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan. Dalam artikel ini, kita akan membahas ciri-ciri diabetes di usia muda, penyebabnya, dan cara mencegah diabetes di usia muda.
 
Diabetes di kalangan anak muda menjadi semakin umum. Siloam Hospitals menyebutkan bahwa perubahan gaya hidup yang kurang sehat menjadi salah satu penyebab utama peningkatan ini. Di Indonesia, sekitar 10 juta orang hidup dengan diabetes, dan jumlah ini diproyeksikan terus meningkat. Faktor risiko yang biasanya dialami orang dewasa kini mulai terlihat pada remaja dan dewasa muda.
 
Diabetes terbagi menjadi dua jenis utama:
 
1. Diabetes Tipe 1
Biasanya didiagnosis pada anak-anak dan remaja. Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.
 
2. Diabetes Tipe 2
Lebih umum terjadi pada orang dewasa, tetapi sekarang juga banyak ditemukan pada anak muda. Ini terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau tidak memproduksi cukup insulin. 
Salah satu faktor utama diabetes dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, termasuk pada Gen Z. Melansir CNN Indonesia, berikut beberapa penyebab utama diabetes pada Gen Z, antara lain:
 
1. Tidak menjaga berat badan ideal
Dewasa ini beragam program diet semakin populer di kalangan anak muda, termasuk Gen Z. Namun, sayangnya banyak dari mereka yang tidak memperhatikan berat badan. Padahal, kelebihan berat badan dapat menjadi salah satu penyebab atau bahkan meningkatkan risiko diabetes. Seseorang dengan berat badan yang berlebih umumnya memiliki kadar gula tinggi, sehingga lebih rentan terkena diabetes.
 
2. Mengonsumsi kopi susu
Akhir-akhir ini mengonsumsi es kopi susu dengan tambahan gula aren menjadi tren di kalangan Gen Z. Penambahan gula atau sejenisnya pada kopi sangat berbahaya untuk tubuh jika dikonsumsi setiap hari. Maka itu, batasi konsumsi es kopi susu untuk mewaspadai risiko diabetes. 
 
3. Mengonsumsi junk food
Salah satu penyebab lainnya adalah kadar gula dan garam yang tinggi pada junk food. Pasalnya, junk food tidak memiliki kandungan serat, sehingga bisa menyebabkan obesitas dan lonjakan kadar gula tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan.
 
4. Mager alias males gerak
Kurangnya aktivitas fisik dapat memperlambat metabolisme tubuh, hingga rentan akan risiko diabetes. Untuk itu, lakukan aktivitas fisik seperti, menggunakan transportasi umum sambil berjalan kaki, alih-alih pergi menggunakan kendaraan pribadi atau ojek online.
 
5. Stress dan Kurang Tidur
Kedua faktor ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kadar gula darah. Banyak Gen Z yang memilih untuk begadang hanya untuk sekadar menyelesaikan series favoritnya. Padahal, kurang tidur atau begadang bisa mengganggu ritme jam biologis tubuh hingga menimbulkan perubahan hormon yang akan mengganggu kerja insulin. 
 
Beberapa tanda awal diabetes yang perlu diwaspadai, termasuk oleh Gen Z meliputi:
  • Sering merasa haus dan lapar
  • Sering buang air kecil
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Penglihatan kabur
  • Rasa lelah yang berlebihan
  • Luka yang lama sembuh
Mencegah diabetes di usia muda sangat mungkin dilakukan dengan mengadopsi gaya hidup sehat. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
 
1. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Sehat
Alihkan konsumsi makanan olahan dan tinggi gula dengan konsumsi asupan yang seimbang dengan banyak sayuran, buah-buahan, protein tanpa lemak, dan biji-bijian. Selain sehat, kamu juga bisa mendapatkan berat badan ideal.
 
2. Aktivitas Fisik
Lakukan olahraga secara teratur. Aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dapat membantu menjaga berat badan ideal dan meningkatkan sensitivitas insulin.
 
3. Menjaga Berat Badan
Pertahankan berat badan yang sehat untuk mengurangi risiko diabetes. 
 
4. Hindari Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol Berlebihan
Kedua kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan berbagai penyakit kronis lainnya.
 
5. Rutin Periksa Kesehatan
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau kadar gula darah, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan diabetes.
 
 
Meningkatnya kasus diabetes di usia muda adalah peringatan bahwa penting bagi kita untuk menjaga kesehatan sejak dini. Dengan mengadopsi gaya hidup sehat, menghindari kebiasaan buruk, dan rutin memeriksa kesehatan, kita dapat mencegah diabetes dan hidup lebih sehat. Mulailah dengan perubahan kecil dalam rutinitas harian kamu, dan nikmati manfaat jangka panjangnya. 
Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Nov 08, 2023

Okt 26, 2023