5 Tanda Hipertensi di Usia Muda
dan Cara Mencegahnya

21 Juni 2024 | Allianz Indonesia
Kini hipertensi sudah tidak mengenal usia, bahkan anak-anak muda rentan terkena hipertensi. Lantas apa yang harus dicegah? Cek selengkapnya di sini.
Siapa yang mengira bahwa hipertensi, atau tekanan darah tinggi, bisa mengincar para generasi muda? Ternyata, data terbaru menunjukkan bahwa kasus hipertensi di kalangan anak muda, meningkat pesat di Indonesia dan merupakan salah satu risiko kesehatan utama di seluruh dunia. Singkatnya, hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah kita lebih tinggi dari batas normal, yaitu di atas 140/90 mmHg. Jika dibiarkan, hipertensi bisa berbahaya dan menyebabkan penyakit jantung atau stroke. Penasaran kenapa bisa begitu? Yuk, kita kupas tuntas tentang hipertensi di usia muda, penyebabnya, dan cara mencegahnya! 
Nah, sekarang saatnya kita kenali apa saja sih penyebab hipertensi di usia muda? Siapa tahu, kita bisa menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang memicu hipertensi.
 
1. Gaya Hidup Tidak Sehat
Siapa yang doyan makan junk food, minuman bersoda, atau ngemil yang asin-asin? Kebiasaan makan yang tidak sehat ini bisa menjadi penyebab hipertensi. Pola makan tinggi garam, lemak, dan gula sangat berbahaya bagi kesehatan jantung kita. Ditambah lagi, kalau jarang olahraga, wah semakin komplit deh risikonya.
 
2. Stres dan Tekanan Psikologis
Hidup di zaman sekarang memang penuh tantangan. Stres dengan tugas kuliah, pekerjaan, atau masalah pribadi bisa meningkatkan tekanan darah. Jadi, jangan anggap remeh stres, ya!
 
 
3. Obesitas
Berat badan berlebih juga jadi salah satu faktor risiko hipertensi. Obesitas membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah pun naik.
 
4. Faktor Genetik
Ternyata, riwayat keluarga juga berpengaruh. Kalau ada orang tua atau saudara kandung yang menderita hipertensi, kita juga berisiko lebih tinggi. Jadi, penting untuk tahu riwayat kesehatan keluarga dan lakukan medical check-up secara rutin. 
 
5. Kondisi Medis Tertentu
Penyakit seperti diabetes, penyakit ginjal, atau gangguan hormonal juga bisa menyebabkan hipertensi. Kadang, kondisi-kondisi ini tidak terdiagnosis pada usia muda, jadi penting untuk rutin cek kesehatan.
 
Kabar baiknya, hipertensi di usia muda bisa disembuhkan atau dikontrol dengan cara yang tepat. Gaya hidup sehat adalah kunci utamanya. Yuk, kita lihat langkah-langkah apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan mengatasi hipertensi.
 
1. Menerapkan Pola Makan Sehat
Kurangi konsumsi garam, gula, dan lemak jenuh. Lebih baik konsumsi buah, sayur, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah contoh pola makan yang bagus untuk mengontrol tekanan darah.
 
2. Rutin Berolahraga
Olahraga itu bukan cuma untuk bikin badan keren atau mengikuti trend semata, tapi juga membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Lakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang. Cari olahraga yang kamu suka biar semangat!
 
3. Mengelola Stres
Coba lakukan meditasi, yoga, atau latihan pernapasan untuk mengurangi stres. Mengatur waktu dengan baik dan menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan teman atau keluarga juga bisa membantu. Selain itu, kamu juga bisa membuat jurnal rasa syukur harian untuk fokus pada aspek positif dalam hidupmu.
 
4. Menghindari Rokok dan Alkohol
Merokok dan minum alkohol bisa merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Jadi, lebih baik dihindari ya!
 
5. Menjaga Berat Badan Ideal
Jika berat badanmu berlebih, cobalah untuk menurunkan berat badan secara perlahan. Setiap kilogram yang hilang bisa membantu menurunkan tekanan darah.
 
6. Rutin Memeriksa Kesehatan
Jangan malas untuk cek kesehatan secara rutin. Ini penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini dan mendapat penanganan yang tepat. Apalagi jika kamu telah mengalami gejala-gejala serius lainnya dalam waktu yang berkepanjangan, jangan ragu untuk segera konsultasikan kepada spesialis dokter. 
 
Selain langkah-langkah di atas, ada beberapa tips tambahan untuk mengelola hipertensi:
 
1. Memantau Tekanan Darah
Gunakan alat pengukur tekanan darah di rumah untuk memantau tekanan darah secara rutin. Catat hasilnya dan konsultasikan dengan dokter jika ada perubahan yang signifikan.
 
2. Mengikuti Resep Dokter
Jika dokter meresepkan obat untuk mengontrol tekanan darah, pastikan untuk mengonsumsinya sesuai petunjuk. Jangan berhenti minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. 
 
3. Mengurangi Konsumsi Kafein
Kafein dapat meningkatkan tekanan darah sementara waktu. Batasi konsumsi harian kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya.
 
4. Mengurangi Asupan Garam
Mengurangi garam dalam makanan bisa membantu menurunkan tekanan darah. Coba masak sendiri dan hindari makanan olahan yang tinggi garam. 
 
5. Polusi Udara
Udara yang tercemar bisa memengaruhi tekanan darah. Kalau bisa, hindari beraktivitas di luar rumah saat polusi udara sedang tinggi.
 
6. Mengikuti Pola Tidur yang Baik
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting. Usahakan tidur 7-9 jam per malam dan ciptakan rutinitas tidur yang konsisten.
 
 
Siapa sih yang enggak mau hidup sehat dan bebas dari rasa khawatir? Tapi, kita juga tahu bahwa hidup enggak selalu berjalan sesuai rencana. Kadang, ada saja hal-hal yang tidak terduga terjadi, seperti sakit. Nah, biar tidak pusing memikirkan biaya rumah sakit, ada solusi cerdas buat kamu, yaitu Allianz Flexi Medical.
 
Produk asuransi kesehatan individu yang memberikan manfaat komprehensif dan fleksibel cocok untuk kamu yang masih muda, karena usia masuk Pemegang Polis minimum usia 18 tahun dengan Tertanggung usia 1 bulan – 75 tahun. Melalui produk ini kamu bisa mendapatkan beragam manfaat, mulai dari penggantian biaya rawat inap atau pembedahan karena penyakit maupun kecelakaan, biaya manfaat penyakit kritis, biaya manfaat perawatan darurat, penggantian biaya manfaat tambahan seperti peralatan medis yang tahan lama dan anggota tubuh artifisial, hingga manfaat meninggal dunia akibat dan bukan akibat kecelakaan yang merujuk pada manfaat sesuai plan yang dipilih. Untuk manfaat rawat inap, kamu bisa mendapatkan kesempatan memilih beragam pilihan tipe kamar, termasuk tipe kamar terbaru dengan 1 tempat tidur di Indonesia dan 2 tempat tidur di luar negeri dengan wilayah pertanggungan hingga Asia dan Australia.
 
Selain itu, juga tersedia fitur Flexi Benefit yang dapat digunakan untuk membayar klaim rawat jalan, ekses klaim dan/atau risiko sendiri (deductible) tanpa perlu menambah premi dan tambahan dana Flexi Benefit untuk polis keluarga dan nasabah yang memilih e-Policy dan melakukan pembayaran secara autodebet. Tak hanya sampai di sini, produk ini juga menyediakan fasilitas tanya dokter online untuk kesehatan mental dan gizi secara gratis.
 
Jadi, jangan ragu lagi untuk mulai miliki asuransi kesehatan. Terlebih beragam penyakit, termasuk hipertensi di usia muda bukan hal yang bisa dianggap remeh. Tapi, jangan khawatir, karena dengan gaya hidup sehat dan memiliki asuransi kesehatan yang tepat, kita bisa mencegah dan meminimalisir risiko beban finansial. Ingat, hipertensi di usia muda bisa disembuhkan atau dikendalikan dengan langkah yang tepat. Jaga kesehatan tubuh sejak dini agar kita bisa menikmati hidup dengan lebih baik dan lebih lama. 
Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Nov 08, 2023

Okt 26, 2023