Apa itu penyakit hernia? Dilansir dari Halodoc, ini adalah kondisi yang muncul saat jaringan, lemak, maupun bagian organ tubuh tertentu mendorong melalui lubang atau titik lemak pada bagian otot perut maupun jaringan ikat. Masalah kesehatan ini bisa bersifat ringan tanpa gejala yang mengganggu, tetapi juga bisa berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera.
Pada orang dewasa, hernia lebih sering terjadi pada area perut atau selangkangan. Gejala yang paling khas dari masalah ini adalah terasa atau muncul benjolan.
Selain itu, pengidap juga bisa mengalami rasa sakit yang intens ketika melakukan kegiatan tertentu, seperti saat mengangkat beban berat atau berdiri lama.
Sebagian besar hernia memiliki sifat eksternal. Ini berarti, jaringan mendorong dari area dinding perut menuju ke tubuh luar. Hal inilah yang selanjutnya membuat bagian tubuh tertentu seperti muncul benjolan.
Akan tetapi, hernia juga bukan tidak mungkin muncul secara internal atau ada di bagian dalam tubuh. Kondisi ini paling sering terjadi pada bagian dalam perut.
Seseorang bisa mengalami hernia secara tiba-tiba setelah batuk, tertawa berlebihan, membungkuk, atau mengangkat beban berat.
Gejala Penyakit Hernia
Gejala pada hernia dapat bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi pengidapnya. Namun, terdapat beberapa tanda umum yang biasanya terjadi, di antaranya:
- Adanya benjolan yang terlihat. Ini dapat menjadi gejala utama hernia. Biasanya, benjolan akan muncul di area perut, pangkal paha, atau pusar. Benjolan tersebut cenderung terlihat lebih jelas saat berdiri, batuk, atau mengejan.
- Muncul rasa nyeri dan tidak nyaman. Pengidap juga mungkin merasa nyeri atau sensasi seperti terbakar pada sekitar area benjolan. Rasa nyeri biasanya bertambah ketika mengangkat beban berat atau melakukan aktivitas fisik tertentu.
- Gangguan pencernaan. Hernia yang terjadi di sekitar perut dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti rasa penuh atau mual, terutama setelah makan.
- Kesulitan bergerak dan beraktivitas. Pada beberapa kasus, hernia bisa membuat pengidapnya kesulitan bergerak akibat rasa nyeri yang signifikan, terutama jika kondisinya sudah parah.
Penyebab Penyakit Hernia
Penyakit hernia muncul saat organ pada bagian dalam tubuh keluar dari jaringan yang ada di sekitarnya yang mengalami pelemahan. Masalah kesehatan ini bisa terjadi karena banyak kondisi, di antaranya:
- Penuaan atau usia yang semakin bertambah.
- Kerap mengangkat beban berat.
- Pernah menjalani tindakan bedah pada perut.
- Mengalami obesitas atau berat badan berlebih.
- Sulit buang air besar atau sembelit.
- Mengalami batuk kronis.
Tidak hanya itu, hernia juga lebih berisiko terjadi pada seseorang yang memiliki salah satu atau beberapa faktor berikut ini.
- Lahir prematur atau berat badan rendah ketika lahir.
- Riwayat kesehatan medis di keluarga dengan kondisi kesehatan serupa.
- Menunjukkan adanya peningkatan tekanan pada area dinding perut karena hamil.
- Pernah menjalankan prosedur bedah perbaikan hernia.
Cara Mengobati Penyakit Hernia
1. Perubahan Gaya Hidup
Jika hernia masih dalam tahap awal dan tidak menimbulkan gejala serius, dokter mungkin akan merekomendasikan perubahan gaya hidup.
Contohnya menjaga berat badan ideal, menghindari mengangkat beban berat, dan mengonsumsi makanan kaya serat untuk mencegah sembelit.
2. Penggunaan Penopang (Hernia Belt)
Dokter juga mungkin menyarankan pengidap untuk menggunakan hernia belt, penopang khusus hernia. Alat ini dapat membantu meringankan gejala hernia sementara.
Namun, perlu diketahui bahwa metode ini hanya solusi sementara dan tidak memperbaiki hernia secara permanen.
3. Operasi Hernia
Dalam kasus yang lebih serius, operasi menjadi pilihan utama untuk memperbaiki hernia. terdapat dua jenis operasi hernia yang umumnya dilakukan yakni:
- Operasi terbuka. Dokter akan membuat sayatan di area hernia untuk memperbaiki jaringan yang melemah.
- Laparoskopi. Metode ini menggunakan alat khusus dengan sayatan kecil, sehingga masa pemulihan lebih cepat.
Pencegahan Penyakit Hernia
Seseorang tidak bisa mencegah kelainan bawaan yang menjadikannya lebih berisiko akan hernia. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketegangan pada jaringan dan otot perut, misalnya:
- Menjaga berat badan tetap ideal dengan pola makan dan hidup sehat.
- Mengonsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi.
- Berhati-hati saat mengangkat beban. Pastikan caranya benar, yaitu angkat beban dari posisi jongkok, bukan membungkuk.